OK-DOUJIN aliansi Bukan Tim Pencari Prasangka - Lentera Today Terkini, Berimbang, dan Terpercaya ✦ OK-DOUJIN aliansi Bukan Tim Pencari Prasangka - Lentera Today Terkini, Berimbang, dan Terpercaya ✦

OK-DOUJIN aliansi Bukan Tim Pencari Prasangka - Lentera Today Terkini, Berimbang, dan Terpercaya

Serendah Rp 5.000
Use Installment Options from . Laarn more
Available for :
home delivery
store pickup

OK-DOUJIN aliansi Temuan tim pencari fakta kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, mengecewakan. Kesimpulan bahwa penyiraman itu dilatarbelakangi dendam karena Novel Baswedan dianggap menggunakan wewenang secara berlebihan sungguh menyesatkan sekaligus melenceng dari tugas utama tim tersebut. Tim yang seharusnya mencari tahu siapa eksekutor dan dalang di balik peristiwa itu justru balik menyerang korban.Peristiwa penyiraman air keras yang mengakibatkan mata kiri Novel Baswedan rusak sampai 95 persen jelas merupakan ancaman bagi siapa pun yang melawan korupsi. Urusan syak wasangka, seperti unsur balas dendam yang disampaikan tim pencari fakta, biarlah menjadi domain dalam persidangan nanti. Terlebih resume tim pencari fakta berpotensi membelit Novel pada masalah baru dengan tuduhan menggunakan kewenangan secara berlebihan.Misteri penyerangan terhadap Novel bisa dimulai dari mengungkap pelaku penyiraman pada Selasa subuh, 11 April 2017. Apalagi polisi pernah merilis sketsa wajah dua orang yang diduga menyiramkan air keras ke Novel pada Agustus dan November 2017.Tim pencari fakta juga bisa memulai penelusuran dari keterangan yang pernah disampaikan Novel Baswedan saat diperiksa di kantor Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, empat bulan setelah penyerangan. Novel memberikan petunjuk dan menyebutkan nama seseorang yang sudah sepatutnya ditelisik lebih lanjut.Kerja tim pencari fakta bentukan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, ini sia-sia. Tak ada kemajuan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel. Tim yang dibentuk pada 8 Januari 2019 ini didominasi aparat kepolisian sebanyak 52 orang, enam perwakilan KPK, dan tujuh pakar di luar kepolisian. Dari sisi jumlah keanggotaan, terlihat siapa yang paling dominan dalam kasus ini. Adapun sudah menjadi rahasia umum ada sentimen antara kepolisian dan KPK dalam menangani kasus korupsi.Masih ingat perseteruan cicak versus buaya yang mengemuka pada 2008? Episode itu belum tutup buku. Jika diperhatikan, selalu ada pola yang sama untuk melemahkan KPK. Caranya, menarik penyidik kepolisian yang bertugas di KPK ketika lembaga antikorupsi ini sedang menelisik kasus yang disinyalir berkaitan dengan unsur kepolisian. Ini memang salah satu titik kritis KPK.Jadi sudah gamblang bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bukan tindak kriminal biasa. Ada persoalan kepentingan di antara lembaga negara yang harus diselesaikan, dan di sini Presiden Joko Widodo mesti mengambil peran.Jokowi seharusnya bersikap tegas. Presiden harus membentuk tim independen yang berorientasi pada kebenaran dan diisi orang-orang tepercaya dari berbagai unsur. Jangan biarkan kasus penyerangan terhadap Novel menjadi ganjalan reformasi hukum dan menghambat pemberantasan korupsi dalam pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan.

Seo 888 Group
DAFTAR

FAQ RESMI OK-DOUJIN

OK-DOUJIN aliansi Temuan tim pencari fakta kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, mengecewakan. Kesimpulan bahwa penyiraman itu dilatarbelakangi dendam karena Novel Baswedan dianggap menggunakan wewenang secara berlebihan sungguh menyesatkan sekaligus melenceng dari tugas utama tim tersebut. Tim yang seharusnya mencari tahu siapa eksekutor dan dalang di balik peristiwa itu justru balik menyerang korban.Peristiwa penyiraman air keras yang mengakibatkan mata kiri Novel Baswedan rusak sampai 95 persen jelas merupakan ancaman bagi siapa pun yang melawan korupsi. Urusan syak wasangka, seperti unsur balas dendam yang disampaikan tim pencari fakta, biarlah menjadi domain dalam persidangan nanti. Terlebih resume tim pencari fakta berpotensi membelit Novel pada masalah baru dengan tuduhan menggunakan kewenangan secara berlebihan.Misteri penyerangan terhadap Novel bisa dimulai dari mengungkap pelaku penyiraman pada Selasa subuh, 11 April 2017. Apalagi polisi pernah merilis sketsa wajah dua orang yang diduga menyiramkan air keras ke Novel pada Agustus dan November 2017.Tim pencari fakta juga bisa memulai penelusuran dari keterangan yang pernah disampaikan Novel Baswedan saat diperiksa di kantor Kedutaan Besar Indonesia di Singapura, empat bulan setelah penyerangan. Novel memberikan petunjuk dan menyebutkan nama seseorang yang sudah sepatutnya ditelisik lebih lanjut.Kerja tim pencari fakta bentukan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Tito Karnavian, ini sia-sia. Tak ada kemajuan untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel. Tim yang dibentuk pada 8 Januari 2019 ini didominasi aparat kepolisian sebanyak 52 orang, enam perwakilan KPK, dan tujuh pakar di luar kepolisian. Dari sisi jumlah keanggotaan, terlihat siapa yang paling dominan dalam kasus ini. Adapun sudah menjadi rahasia umum ada sentimen antara kepolisian dan KPK dalam menangani kasus korupsi.Masih ingat perseteruan cicak versus buaya yang mengemuka pada 2008? Episode itu belum tutup buku. Jika diperhatikan, selalu ada pola yang sama untuk melemahkan KPK. Caranya, menarik penyidik kepolisian yang bertugas di KPK ketika lembaga antikorupsi ini sedang menelisik kasus yang disinyalir berkaitan dengan unsur kepolisian. Ini memang salah satu titik kritis KPK.Jadi sudah gamblang bahwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan bukan tindak kriminal biasa. Ada persoalan kepentingan di antara lembaga negara yang harus diselesaikan, dan di sini Presiden Joko Widodo mesti mengambil peran.Jokowi seharusnya bersikap tegas. Presiden harus membentuk tim independen yang berorientasi pada kebenaran dan diisi orang-orang tepercaya dari berbagai unsur. Jangan biarkan kasus penyerangan terhadap Novel menjadi ganjalan reformasi hukum dan menghambat pemberantasan korupsi dalam pemerintahan Jokowi lima tahun ke depan..

OK-DOUJIN adalah portal online resmi yang menghadirkan akses praktis melalui sistem barcode aktif. Pengguna dapat membaca barcode untuk masuk ke ruang akses dengan lebih cepat, mudah, dan stabil.
6 jalur barcode aktif di OK-DOUJIN berfungsi sebagai pilihan akses cadangan agar pengguna tetap bisa terhubung ke portal resmi dengan lebih praktis tanpa harus bergantung pada satu jalur saja.
Pengguna cukup membuka menu barcode resmi, lalu melakukan scan menggunakan perangkat yang tersedia. Setelah terbaca, barcode akan membantu mengarahkan pengguna menuju akses OK-DOUJIN yang aktif.
Ya, OK-DOUJIN sudah mendukung tampilan mobile yang ringan dan responsif, sehingga pengguna dapat membuka portal, membaca barcode, serta mengakses menu utama melalui Android maupun iPhone.
Membaca barcode resmi membantu pengguna mengenali jalur akses yang tepat, menghindari halaman yang tidak jelas, dan masuk ke portal OK-DOUJIN dengan cara yang lebih aman serta efisien.
OK-DOUJIN menyediakan layanan bantuan yang siap membantu pengguna ketika mengalami kendala akses, pertanyaan seputar akun, penggunaan barcode, maupun panduan masuk ke portal resmi.

TESTIMONI MEMBER OK-DOUJIN

Member OK-DOUJIN merasakan kemudahan akses melalui sistem barcode aktif, tampilan portal yang responsif, serta layanan bantuan yang siap mendukung kebutuhan pengguna setiap hari.

MEMBER DOMISILI RATING PENGALAMAN PENGGUNA
R Rizky
Jakarta ★★★★★ OK-DOUJIN punya tampilan portal yang rapi dan mudah dipahami. Akses barcode aktifnya membantu saya masuk lebih cepat tanpa proses yang membingungkan.
A Andra
Surabaya ★★★★★ Saya suka karena OK-DOUJIN terasa ringan saat dibuka lewat HP. Menu utamanya jelas, responsif, dan nyaman digunakan untuk akses harian.
D Dion
Medan ★★★★★ Sistem barcode OK-DOUJIN sangat membantu untuk mengenali jalur akses resmi. Proses masuk jadi lebih praktis dan tidak perlu mencari link manual.
F Fikri
Makassar ★★★★★ Layanan bantuan OK-DOUJIN cepat merespons saat saya mengalami kendala akses. Penjelasannya jelas dan sangat membantu pengguna baru.
B Bayu
Bekasi ★★★★★ Portal OK-DOUJIN terlihat modern dengan warna yang elegan. Aksesnya stabil, fitur mudah ditemukan, dan tampilan mobile-nya tidak berat.
N Nanda
Bandung ★★★★☆ Menurut saya OK-DOUJIN cocok untuk pengguna yang ingin akses cepat melalui barcode. Semuanya terasa lebih simpel, terarah, dan mudah digunakan.
© 2026 OK-DOUJIN • All Rights Reserved.